logo

Hubungi
Dibagikan:07 April 2019

Polisi Bongkar Praktek Prostitusi Online Di Makassar

Polisi Bongkar Praktek Prostitusi Online Di Makassar – Polrestabes Makassar membuka praktek prostitusi online yang beroperasi lewat penerapan michat. Seseorang wanita dikira muncikari berinisial AL serta tiga wanita muda Rm, An, serta Se pun ditangkap pada Kamis (4/4) malam saat kemarin.

Keempatnya dibawa ke Mapolrestabes Makassar selesai anggota Reskrim lakukan cara penyamaran atau undercover buy. Mereka pun masihlah dikontrol untuk didapati adakah wanita lainnya masuk jaringan AL.

” Sesaat ini baru wanita AL yang kita tentukan jadi terduga, sesaat tiga wanita yang lain yang masihlah termasuk muda bertindak sebagai pekerja seksnya itu masihlah saksi yaitu Rm, An serta Se yang usianya masihlah kurang lebih Rp 19 tahun sampai 20 tahun itu, ” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kala me-release di Mapolrestabes Makassar, Sabtu, (6/4) .

Indratmoko menyampaikan, perkara ini tersingkap dari laporan penduduk hingga akhirnya lakukan penangkapan di satu diantaranya hotel di Jl Sultan Hasanuddin serta mengamankan empat orang. Dalam menjalankan usaha esek-eseknya, AL sediakan kamar untuk anak buahnya serta konsumen yang udah menyewa. Mereka awal mulanya sudah berkomunikasi lewat penerapan michat.

Dalam pembicaraan itu, PSK tawarkan tarif Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta untuk sekali kencan. Penyediaan sarana kamar oleh AL ini tidak gratis, ia terima komisi sebesar Rp 300 ribu plus penambahan sewa kamar Rp 135 ribu dari pekerja-pekerja sex muda itu.

Untuk mengelabui petugas, AL kerapkali berubah hotel. Kala dikontrol, AL menyatakan udah menjalankan usaha ini mulai sejak awal tahun 2019.

” Dikira terduga AL ini miliki sejumlah ‘anak binaan’. Team pengamatan kita masihlah memahami data-data dari ponsel-ponsel mereka, sebetulnya pekerja sex ini siapa, dari lokasi mana, demikian juga pelanggan-pelanggan yang menggunakan layanan mereka, ” tuturnya.

Gara-gara tingkah lakunya, muncikari AL disangkakan melanggar Clausal 296 KUHPidana atau clausal 506 KUHPidana dengan ultimatum pidana penjara, 1 sampai 3 tahun. Pun dipersangkakan melanggar UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ultimatum hukuman penjara sedikitnya 6 tahun sampai 15 tahun.

Berkenaan perkara ini, polisi mengharapkan pihak hotel bisa bekerja bersama supaya usaha perdagangan manusia dengan tawarkan layanan sex dapat ditindak.

” Jadi kita mengharapkan pun, bila dari kepolisian melakukan aktivitas penertiban di hotel untuk memberantas pidana demikian, meminta kerja sama pihak hotel. Janganlah menganggapnya kita hadir mengganggu lantaran kita berupaya membeberkan apa sebagai keresahan penduduk, ” tegas ia.

Share