logo

Hubungi
Dibagikan:08 August 2017

Tetap Menggunakan Nama Natuna Sebab Kebanggaan

Tetap Menggunakan Nama Natuna Sebab Kebanggaan – Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti atau Menteri Susi menyampaikan perubahan nama Laut Cina Selatan jadi Laut Natuna Utara menjadi bentuk kedaulatan Indonesia. Dengan pemberian nama itu, kata Susi, pemerintah udah beranggap bahwa Natuna utama buat Indonesia.

” Kita bakal masih memanfaatkan nama itu. Itu merupakan kebanggaan serta kemenangan kita, ” kata Susi kala meninjau Sentra Kelautan serta Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna, Kepulauan Riau, Senin, 7 Agustus 2017.

Perubahan nama Laut Cina Selatan jadi Laut Natuna Utara diprotes oleh Cina. Mereka beranggap, perubahan nama itu tak masuk akal. Pasalnya, menurut Cina, perihal tersebut tidak pas dengan usaha standardisasi penyebutan lokasi internasional.

Cina benar-benar mengusahakan keras menjaga nama Laut Cina Selatan di berapa lokasi perairan punya negara beda. Menjadi contoh, kala Filipina merubah nama Laut Cina Selatan jadi Laut Filipina Barat, Cina menuntut mereka ke Mahkamah Internasional.

Dahulu, Susi berujar, ada pikiran bahwa Natuna merupakan lokasi antah berantah. ” Lantaran Natuna terlampau jauh serta terlampau kecil di peta Indonesia, ” pungkasnya. Sekarang, kata Susi, semua pihak beranggap bahwa Natuna merupakan diantara satu titik utama kedaulatan Indonesia di laut.

” Kemenangan kita di Laut Natuna merupakan penentu dari spirit kebangsaan, spirit persatuan, serta spirit pertahanan utk memelihara kedaulatan Indonesia. Itu titik paling utama. Pulau terluar merupakan area paling utama dari Indonesia, ” kata Susi dengan suara yg tegas.

Susi menyampaikan, sebagian besar perbatasan Indonesia dengan negara beda merupakan laut. Serta itu, kata Susi, sangatlah luas. ” Jadi kita tidak bisa memagari laut. Beberapa ratus KRI, beberapa ratus Polair punyai speed boat, dijajarin tak dapat memagari laut, ” kata Susi.

Yg dapat memagari laut, menurut Menteri Susi, merupakan kedisiplinan pemerintah utk memelihara laut. ” Apabila kita tak berkesinambungan, hukum kita dapat dibeli, aparat kita dapat disuap. Izin diperdagangkan, ya tuntas. Banyak orang punyai duit dapat beli ini negara. Kita mesti menjaga berbarengan, ” ujarnya.

Share

BERITA TERKAIT