logo

Hubungi
Dibagikan:09 January 2019

Perburuan Point Di Olimpiade Sepedah Balap

Perburuan Point Di Olimpiade Sepedah Balap – Asian Trek Cycling Championship (ACC) 2019 sah dibuka. Banyak rider top Asia lantas mengawali perburuan point ketujuan Olimpiade 2020 Tokyo.

Seremoni pembukaan di mulai waktu 20. 30 WIB oleh Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Semuanya Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari di Velodrome, Rawamangun, Selasa (8/1/2019) . Balapan sendiri baru bakal di mulai Rabu (9/1) , dengan disertai 297 rider dari 16 negara serta berjalan hingga 13 Januari.

” Saya mesti berikan kabar kalau kami bersukur kalau kita berubah menjadi host Asian Trek Championship sebagai aktivitas balapan sepeda lintasan yg tertinggi di Asia, ” kata Okto dalam sambutannya.

Gak cuman itu, kejuaraan sebagai arena pengumpulan point Olimpiade ini pun berkelas tinggi. Dikarenakan, beberapa rider top terpilih Asia datang buat balapan. Tidak hanya itu, tiap-tiap peraih medali emas bakal memperoleh 60 point.
” Karenanya, kami mengharapkan aktivitas ini dapat sukses lantaran rider terpilih Asia tengah ada di Jakarta. Siapa-siapa saja yg terpilih di sini bakal memperoleh ticket ketujuan Tokyo, ” pungkasnya.

” Kami ikut mendoakan biar atlet kita dapat memberikan perfoma terbaik serta menggapai point banyak ketujuan 2020. “

Soal sama ikut dikatakan perwakilan Union Cycliste Internationale (UCI) Asia Dato Amarjit Singh Gill. Ia memberi pujian pada persiapan Indonesia jadi tuan-rumah.

” Untuk pihak UCI kami cukuplah bangga dengan persiapan yg dilaksanakan Indonesia serta PB ISSI. Apabila menyaksikan semua rider dari peserta negara sangatlah bagus. Dari Jepang, Korea, China, Malaysia, demikian dengan rider Indonesia. Saya yakin dengan ISSI serta upaya kuat dari Raja Sapta Oktohari program ini dapat dikerjakan dengan baik. UCI pula banyak berikan pemberian terhadap ISSI, serta Kementerian Pemuda serta Olah-raga yg udah beri dukungan, ” kata Singh Gill.

Disamping itu, Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengharapkan apakah yg dilaksanakan PB ISSI dengan memakai venue bertaraf internasional buat keperluan prestasi atlet dapat disertai induk cabang olah-raga yang lain.

” Jadi jangan sampai cuma berhenti di Asian Games serta Asian Banyak Games. Namun mereka (induk cabang olah-raga) mesti bersaing buat menghadirkan even. Jangan sampai cuma nasional, sekurang-kurangnya area Asia sebab itu prestasi. Dikarenakan, banyak even karena itu jam terbang bertambah tinggi, ” kata Gatot.

” Jadi lagi kami animo serta saya sangat percaya atlet kita bisa jadi memberikan prestasi yg bagus. Lantaran bagaikan atlet negara beda latihan serta persaingan di sini, saat kita cuma jadi pirsawan. “

Share