logo

Hubungi
Dibagikan:22 November 2017

Pelaku Pengedar Ekstasi Palsu Berhasi Ditangkap Petugas Polres Jakpus

Pelaku Pengedar Ekstasi Palsu Berhasi Ditangkap Petugas Polres Jakpus – Polres Jakarta Pusat membongkar jaringan pengedar ekstasi palsu. Ekstasi itu di buat lewat langkah mencampurkan obat-obatan simple.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto memaparkan, pengungkapan persoalan bermula dari penangkapan salah seseorang tersangka bernama Jack ditempat karaoke bilangan Jakarta Pusat, Minggu 19 November 2017.

” Petugas yang melaksanakan undercover buying (pembelian terselubung) , waktu mendapatkan bukti, segera dijalankan penangkapan pada tersangka Jack, ” papar Suyudi di Mapolres Jakarta Pusat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (22/11/2017) .

Dari Jack, petugas mengamankan satu paket sabu dan 10 butir ekstasi. Jack mengakui paket sabu didapatkannya dari Wily yang masihlah DPO serta 10 butir ekstasi dari NS. Tapi sehabis dicek nyata-nyatanya ekstasi itu palsu.

Selanjutnya, polisi melaksanakan pencarian serta mengamankan NS bersama Uda yang sebagai otak pembuat ekstasi palsu pada Senin 20 November 2017. NS diamankan di Apartemen Mediterania serta Uda di Jalan Kampung Rawa Sawah, Johar Baru, Jakpus.

” Dari pernyataan Uda, dia mengolah ekstasi palsu dengan simple. Sehabis obat-obat digerus, selanjutnya diwarnai, kadang waktu dicampurkan metamin. Berbahan dari tiga obat warung, spidol serta baut-baut yang bermanfaat jadi cetakan, ” tukasnya.

Persekutuan ini dalam 1 hari dapat menghasilkan jumlah 10 ekstasi palsu yang sebutirnya dipasarkan seharga Rp200. 000 sampai Rp300. 000. Mereka mengakui telah punya pelanggan terus jadi tdk banyak menghasilkan ekstasi palsu.

” Dampaknya sendiri tiada. Bhs mereka tak ngangkat atau kurang on. Industri ini sendiri telah beroperasi sejak mulai 2 bln. saat lalu, ” papar Suyudi.

Selagi ditanyakan, Uda mengakui mendalami cara membuat obat terlarang itu lewat temannya dengan belajar sendiri. Dikarenakan tergiur dengan keuntungan yang besar, ia selanjutnya menentukan buat ikuti jejak temannya itu.

Atas kelakuannya, mereka diancam Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Th. 2009 terkait Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 10 th..

Share