logo

Hubungi
Dibagikan:24 July 2017

Jaringan Narkoba Di Magelang Di Kendalikan Dari Lapas

Jaringan Narkoba Di Magelang Di Kendalikan Dari Lapas – Kepolisian Resor Magelang Kota, Jawa Tengah, membongkar jaringan peredaran narkoba yang disangka memperoleh supply dari seseorang narapidana di Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Yogyakarta.

Jaringan ini terbagi dalam enam pemuda, yaitu Taufan dengan kata lain Toples (31) asal Kampung Paten Jurang, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang ; Setyo Wibowo (26) asal Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang.

Lantas Rizky Ade (24) asal Kampung Panjang Baru, Kota Magelang ; Muhammad Anas dengan kata lain Ameng (22), Fandika Andana (22), serta Anggi Ispriyanto (30), ketiganya datang dari kampung Paten Jurang, Kelurahan Rejowinangun Utara Kota Magelang.

” Dari hasil kontrol serta pernyataan tersangka, mereka memperoleh narkoba dari seorang di Lapas Yogyakarta, ” tutur Kepala Polres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo, dalam titel perkara, Senin (24/7/2017).

Hari menerangkan, satu diantara tersangka pesan barang haram itu lewat pesan singkat pada orang itu. Sesudah berlangsung perjanjian, tersangka mentransfer beberapa uang serta seorang di lapas kirim narkoba lewat layanan kurir.

Masalah ini, sambung Hari, terbongkar sesudah polisi memperoleh info dari orang-orang yang mencurigai tersangka Taufan konsumsi narkoba type sabu-sabu di tempat tinggalnya.

Sesudah lewat rangkaian penyelidikan polisi lalu meringkus Taufan di tempat tinggalnya, Selasa (27/6/2017), tersebut tanda bukti narkoba type sabu-sabu.

” Dari tersangka Taufan kami amankan satu bungkus plastik diisi sabu seberat 0, 50 gr yang terlebih dulu disimpan di saku celana, ” katanya.

Dari info Taufan, di ketahui kalau dia juga sering memakai sabu dengan partnernya, Setyo Wibowo. Waktu itu juga polisi membekuk tersangka Setyo di tempat tinggalnya serta diketemukan sabu-sabu seberat 0, 30 gr.

“Kami kembangkan masalah ini serta dari info Setyo di ketahui bila narkoba didapat dari Rizky Ade. Di hari itu juga kami tangkap Rizky. Di tempat tinggal Rizky, dapatkan uang tunai Rp 1. 550. 000 yang disangka adalah uang hasil penjualan narkoba, ” papar Hari.

Tidaklah sampai di situ, pada hari selanjutnya, polisi menangkap tersangka Fandika yg tidak beda yaitu rekan Taufan. Dari tahanan, Taufan pernah memerintah Fandika untuk mengamankan narkoba yang belum juga di ketahui polisi dirumah Rizky.

Waktu diinterogasi, Fandika mengakui sudah menggunakan sabu dengan partnernya bernama Anas serta masih tetap tersisa satu plastik diisi 0, 23 gr. Bekasnya ini diserahkan ke rekannya bernama Anggi.

” Hari itu juga kami menguber Anggi serta berhasil menangkapnya bersama tanda bukti 7 bungkus plastik diisi sabu seberat pada 0, 24 gr hingga 0, 48 gr. Dari masalah ini ada keseluruhan 3, 56 gr sabu yang berhasil diamankan, ” tandas Hari.

Hari menyebutkan, tiga tersangka (Taufan, Setyo, serta Rizky) juga akan dijerat dengan Pasal 114 UU 32 Tahun 2019 jadi pengedar dengan ancaman penjara minimum 5 tahun. Sesaat tiga aktor beda dijerat Pasal 112 jadi pemakai dengan ancaman minimum 5 tahun penjara.

Disamping itu, tersangka Taufan mengakui dianya sudah menggerakkan usaha narkoba sekalian mengkonsumsinya mulai sejak tiga bln. kemarin. Hasil penjualan narkoba itu umum dipakai untuk berfoya-foya. ” Saya baru tiga bln., uangnya buat foya-foya, ” tutupnya.

Share

BERITA TERKAIT