logo

Hubungi
Dibagikan:11 December 2017

Israel Merebut Jalur Gaza Serta Semenanjung Sinai Dari Mesir

Israel Merebut Jalur Gaza Serta Semenanjung Sinai Dari Mesir – Pada 5 Juni 1967, Israel menyerbu tempat pasukan Mesir di Gurun Sinai. Pecahlah perang enam hari yg tenar itu.

Israel memulai perang dengan dua gelombang serangan hawa yg menghancurkan 286 pesawat tempur Mesir.

Anehnya, tanggapan militer Mesir benar-benar minim serta saat tengah hari, AU Israel berani menegaskan bahwa AU Mesir telah lumpuh.

Disamping itu, pasukan darat Israel juga mulai menusuk di Gurun Sinai serta cuma dalam tiga hari pasukan Israel sukses kuasai lokasi itu.

Serta, pada 8 Juni 1967 malam, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menyetujui gencatan senjata.

Pada hari pertama perang, militer Jordania juga menembaki kota Yerusalem meskipun Israel memohon Jordania buat tdk ikut serta.

Artileri Jordania juga menembaki Tel Aviv dan AU Jordania menyerang beberapa kota Israel. Sesudah usaha gencatan senjata tidak diterima Jordania, Israel menyerang negeri itu.

Pada 8 Juni 1967, Israel selanjutnya dapat kuasai Pinggir Barat serta Jerusalem.

Pada waktu bertepatan dengan serangan awal Jordania, Suriah juga turut terjun dalam peperangan ini.

Artileri Suriah di Dataran Tinggi Golan menghujani lokasi Israel dengan tembakan bertubi-tubi.

Sesudah sanggup menangani Mesir, militer Israel selanjutnya dikerahkan buat menyikapi serangan Suriah.

Pada 10 Juni 1967, Israel setuju melaksanakan gencatan senjata dengan Suriah sehabis sukses kuasai dataran tinggi Golan.

Perang enam hari selesai dengan kemenangan mutlak di tangan Israel. Hasil dari perang ini, Israel merebut Jalur Gaza serta Semenanjung Sinai dari Mesir.

Dari Jordania, Israel merebut Pinggir Barat serta kuasai dataran tinggi Golan.
Akibat tentunya perang enam hari ini merupakan pendudukan Israel atas Jalur Gaza serta Pinggir Barat yg banyak di huni pengungsi Palestina hasil perang Arab-Israel 1948.
Sekurang-kurangnya, satu juta warga Palestina waktu ini ada dibawah kekuasaan Israel sejak mulai 1967.

Pascaperang enam hari, konsentrasi kelompok-kelompok perlawanan Palestina sedikit beralih, yakni membebaskan Jalur Gaza serta Pinggir Barat dari pendudukan Israel menjadi langkah awal kemerdekaan semua Palestina.

Salah satunya persoalan besar dalam perseteruan Israel-Palestina merupakan status kota Yerusalem. Pada 1980, Israel menjadikan satu Yerusalem Barat serta Timur sekalian mengklaim kota itu menjadi ibu kota negara Yahudi itu.

Tapi, Palestina juga mengklaim Yerusalem menjadi ibu kota mereka. Sama-sama klaim Yerusalem ini jadi salah satunya ganjalan dalam sistem perdamaian di Timur Tengah sampai waktu ini.

Ganjalan beda yg halangi sistem perdamaian pada Israel serta Palestina merupakan kebijakan Israel bangun permukiman Yahudi di lokasi pendudukannya.

Kebijakan ini dijalankan sejak mulai Partai Likud berkuasa di Israel pada 1977. Sampai 2003, ada lebih kurang 220. 000 warga Israel di Jalur Gaza serta Pinggir Barat.

Tidak cuman itu, masihlah ditambah lebih kurang 200. 000 warga Yahudi di Jerusalem serta lokasi yg diduduki sejak mulai 1967.

Keadaan yg telah panas sejak mulai 1948 ini, jadi tambah membara sehabis Amerika Perkumpulan mengaku Yerusalem menjadi ibu kota resmi Israel.

Share