logo

Hubungi
Dibagikan:07 April 2019

Hadir Dalam Acara Dharma Santi Nasional, Wapres JK Bicara Upaya Meningkatkan Kemakmuran Rakyat

Hadir Dalam Acara Dharma Santi Nasional, Wapres JK Bicara Upaya Meningkatkan Kemakmuran Rakyat – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengutarakan kalau dari hasil Penentuan Umum (Pemilu) 17 April 2019 akan datang tidak penting. Menurutnya, yang penting hasil kongkret buat bangsa.

” Pemilu akhirnya tdk penting yang penting (akhirnya) buat bangsanya, ” kata JK kala memberi sambutan acara Dharma Santi Nasional bertemakan ‘Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019′ di Panggung Terbuka Ardha Chandra Taman Budaya Art Centre Denpasar, Bali, Sabtu (6/4) malam.

JK pun menuturkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar sekali. Penduduknya capai 265 juta paling banyak nomer 4 di dunia. Diluar itu, bangsa Indonesia miliki keragaman serta hal itu adalah warna-warni yang sangatlah indah.

” Jikalau bangsa ini tdk miliki keragaman, cuma satu jadi tdk berwarna-warni. Tdk berwarna-warni (bukan) keindahan. Ketaksamaan kepercayaan serta Agama bukan satu perpecahan namun buat persatuan bangsa, ” ujarnya.

JK pun mengutarakan, bangsa Indonesia terbagi dalam 117 ribu pulau yang terpisah-pisah. Namun masih berubah menjadi satu kesatuan dalam bangsa yang besar.

” Itu arti dibanding dalam bangsa yang besar ini. Kalau perbedaan-perbedaan kita merupakan yang menjadikan satu kita. Kita mesti bersukur dalam menantang pemilu di negeri ini. Konsisten miliki maksud yang sama bagaimana memakmurkan bangsa ini, ” tuturnya.

” Bagaimana Indonesia aman, bagaimana Indonesia maju, bagaimana penghasilan penduduk maju. Kendala kita ke depan merupakan menaikkan kemakmurkan masyarakatnya, ” ujarnya.

Menurut JK, kemakmuran penduduk dapat digapai dengan kerja sama yang erat pada pemerintah serta penduduk dan manfaatkan ilmu dan pengetahuan.

” Tiada manfaatkan ilmu dan pengetahuan pasti kita tdk dapat maju seperti negara beda. Namun jikalau penduduk kita tdk menyatu juga dapat belajar ke (Negara) beda, ” imbuhnya.

JK pun memberikan, di beberapa negara Eropa, Timur Tengah, serta Asia Selatan demikian banyak perseteruan. Akan tetapi di Indonesia walau banyak ketaksamaan konsisten miliki satu kesatuan

” Kita butuh mensyukuri bangsa kita ini. Walau banyak perbedaan-perbedaan namun konsisten miliki kesatuan yang baik. Itu keinginan di pada hari suci Nyepi ini. Bagaimana pelajari itu berfaedah untuk kita seluruhnya, ” pungkasnya.

JK pun menuturkan, di agama yang beda pun miliki hari-hari yang sama. Seperti Islam dalam 1 bulan akan datang Ramadhan.

” Ramadhan bulan puasa pun mensucikan diri. Itu pun pelajari diri buat menyaksikan waktu mendatang. Jadi pada intinya agama-agama miliki satu filosofi kebaikan serta kesucian diri buat menantang waktu-waktu yang baik di akan tiba. Itu arti dalam malam ini hari, ” tutur JK.

Pemilu Merupakan Pelajari Pemerintah Sepanjang 5 Tahun

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengikuti acara Dharma Santi Nasional dengan topik ‘Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019′. Acara ini dikunjungi beberapa ribu penduduk Bali yang berada di Panggung Terbuka Ardha Chandra Taman Budaya Art Centre Denpasar, Bali, Sabtu (6/4) malam.

Wakil presiden JK dalam sambutannya menyampaikan, tiap-tiap manusia tentu penuh dengan kebaikan serta kekeliruan. Jadi dalam upacara acara ini merupakan buat menyurvei diri semasing.

” Kita menjadi manusia biasa, pasti penuh dengan kebaikan serta kekeliruan. Sebab itu sangatlah benar kalau tiap-tiap tahun kita mesti menyurvei diri. Lantas mensucikan diri. Sebab, tiada mensucikan diri pasti kekurangan-kekurangan dari kekeliruan yang kita bikin akan beralih sebaik-baiknya, ” kata JK.

JK pun berterima kasih, sebab dapat ada di Bali serta ikuti acara Dharma Santi Nasional. Sebab menurut dia, Bali adalah tempat agama serta budaya yang dikerjakan sebaik-baiknya.

” Serta sebabkan (saya) tdk bosan-bosannya buat ada di sini. Banyak orang serta saya sendiri pun setiap bulan ada kesini tdk jenuh. Sebab kita rasakan keindahan serta ketinggian budaya yang di dasari keyakinan yang ditaati oleh beberapa penganutnya, ” pungkasnya.

JK pun memberi penghargaan terhadap penduduk Hindu Bali yang sudah melakukan Catur Brata Penyepian, Lihat Geni, Lihat Karya, Lihat Lelungan serta Lihat Lelanguan,

” Jadi itu, saya katakan penghargaan terhadap saudara-saudara Hindu yang sudah melakukan upacara ini dengan 4 barusan. Dengan langkah yang baik. Ini hari, dalah hari upacara yang paling akhir serta pasti upaya-upaya sosial, intelektual serta ritual miliki arti yang tinggi buat kita seluruhnya, ” pungkasnya.

” Ditambah lagi acara ini, dengan topik Pemilu juga. Pemilu pada intinya pun pelajari bangsa keseluruhannya. Jadi miliki arti yang juga sama dengan hari Raya Nyepi, ” ujarnya.

JK pun menuturkan, kalau Penentuan Umum (Pemilu) pun adalah pelajari Pemerintah yang dikerjakan sepanjang 5 tahun berjalan.

” Kita menyurvei, apa yang kita melakukan sepanjang 5 tahun. Untuk pemimpin pasti mesti dievaluasi. Jikalau benar jadi dilanjut, jikalau tdk benar pasti di perbaiki serta di pelajari kembali, ” bebernya.

” Jadi dalam rencana Pemilu mendatang. Kita mengharapkan semua terlibat sebab yang diungkapkan barusan adalah pun kesucian diri serta penambahan menjadi bangsa yang maju. Menjadi bangsa, kita miliki maksud yang sama, adalah bagaimana bangsa ini makmur serta adil, ” pungkasnya.

Share